Sutejo, Aris (2025) VISUALISASI GRAFITI KOTA SURABAYA. Doctoral thesis, ISI Surakarta.
|
Text
DISERTASI ARIS SUTEJO 2025 pot.pdf Download (17MB) |
Abstract
Fenomena aksi seniman grafiti dilakukan secara terang-terangan baik individu maupun kelompok di kota tertentu atau serentak di kota masing- masing. Aksi membuat grafiti digagas oleh suatu kelompok atau perusahaan cat semprot kemudian direspon oleh individu atau kelompok lainnya dengan kreativitas ide dan gagasan visual grafiti. Fenomena tersebut menjadikan grafiti di Kota Surabaya semakin berkembang dan diminati anak muda sehingga visual grafiti semakin banyak dan beragam muncul di ruang publik. Seniman grafiti mempunyai banyak pengikut yang saling terhubung dalam media sosial instagram sehingga persebaran informasi terjadi dengan cepat dan meluas. Semakin banyak pengikutnya maka semakin besar pula pengaruh dan dampak yang akan ditimbulkan. Fenomena informasi grafiti yang sedang marak di media sosial instagram adalah gagasan membuat grafiti yang dilakukan secara serentak baik individu atau bersama-sama dalam skala lokal, nasional maupun internasional.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Kota Surabaya dengan waktu penelitian tahun 2020-2024. Penentuan tahun terebut berdasarkan kemunculan visual grafiti Kota Surabaya yang dapat dilihat pada tag kemudian diperiksa dengan unggahan di media sosial instagramnya.
Hasil penelitian ini menemukan bahwa unsur visual dan cara berekspresi seniman grafiti di Kota Surabaya menggunakan elemen nickname, ilustrasi, warna, dan tag. Seniman grafiti dari generasi millenial cenderung menggunakan unsur visual ilustrasi karakter dengan warna yang konsisten, sedangkan seniman grafiti dari generasi Z mendominasi penggunaan unsur visual ilustrasi nickname dengan warna yang berubah-ubah. Seniman grafiti Kota Surabaya mempunyai ciri khas masing-masing karena dipengaruhi oleh kondisi sosial, ekonomi, apresiasi dan aksesnya. Pola visualisasi grafiti Kota Surabaya jika dikaitkan dengan latarbelakang seniman membentuk identitas. Identitas inilah yang membuat seniman grafiti mendapatkan pengakuan seniman grafiti lainnya dan masyarakat pada umumnya. Identitas terbentuk dari pola identifikasi kelompok, pola identitas global, pola membangun ingatan, pola membangun keunikan, pola identifikasi lingkungan, pola penguasaan teknis, dan pola membangun identitas anonim.
| Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Not controling keyword: | Visual Grafiti, Identitas, Surabaya |
| Subject: | 1. ISI Surakarta > Penciptaan dan Pengkajian Seni |
| Divisions: | Faculty of Graduate Programs > School of Doctoral Program (S3) |
| User deposit: | Nyono Nyono Nyono |
| Datestamp: | 30 Apr 2026 02:09 |
| Last mod: | 30 Apr 2026 02:09 |
| URI: | https://repository.isi-ska.ac.id/id/eprint/8088 |
Actions (login required)
![]() |
View item |
