TEKNIK TRANSISI VIDEOGRAFI BERBASIS GERAKAN WAYANG KULIT LAPORAN PENELITIAN FUNDAMENTAL

Downloads

Downloads per month over past year

Sugihartono, Ranang Agung and Handriyotopo, Handriyotopo and Rachman, Anung (2016) TEKNIK TRANSISI VIDEOGRAFI BERBASIS GERAKAN WAYANG KULIT LAPORAN PENELITIAN FUNDAMENTAL. Project Report. Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Surakarta. (Unpublished)

[img] Text
laporan_akhir_RANANG_A_SUGIHARTONO_S_Pd___M_Sn_.pdf

Download (8MB)

Abstract

Era komunikasi visual yang serba canggih, mengusung konsep citra digital tinggi telah membanjiri publik konsumen media sehingga terpaan medianya mempengaruhi cara baca audiovisual penikmatnya. Demikian pula insan sineas kita baik pekerja seni bidang periklanan, film dan sinetron telah banyak menguasai teknik-teknik editing dan pembacaan simbol visual telah dirasuki cara baca Barat. Cara baca komunikasi videografi insan kreatif industrii sinematografi tak ubahnya saat ini menggunakan software videografi produk barat. Demikian pula dengan cara pembacaan transisi videografi dalam pertunjukan film dan televisi mengadopsi unsur digital framing dari luar. Hal inilah yang perlu kita gali dan temukan kembali ruh semangat pembacaan gaya lokal nusantara. Menumbuhkan minat pembacaan videografi secara framing bagi insan pekerja seni sinematografi dengan melakukan studi penelitian pergerakan wayang kulit adalah memiliki ciri khas budaya rupa nusantara. Penelitian ini bertujuan untuk menermukan kembali teknik transisi videografi dalam dunia editing pada pembacaan moving image yang telah diberikan oleh nenek moyang kita dalam pertunjukkan pergerakan wayang kulit menjadi basis gaya bahasa gambar dalam teknik videografi Ketimuran. Metode yang dikembangkan adalah dengan pendekatan penelitian tindakan dalam aplikasi pergerakan wayang kulit dalam transisi videografi diterapkan dalam bidang seni dan desain. Pada tahun pertama dalam penelitian pertunjukan gerakan wayang kulit menunjukkan hasil penelitian bahwa wayang sebagai rangkaian adegan wayang yang menyajikan sebuah cerita, memiliki transisi antaradegan. Transisi tersebut berfungsi sebagai pembatas, penghantar/penghubung, dan penyelaras antara adegan satu dengan adegan berikutnya sehingga membentuk cerita yang dapat dinikmati penonton. Transisi dalam pementasan wayang kulit cukup beragam bentuknya. Antara dalang satu dengan dalang lainnya memiliki beragam gaya dalam menyajikan transisi antaradegan dalam pergelarannya, bahkan opening (adegan pembuka pementasan) pun berbeda. Transisi antaradegan berupa ruang/kelir kosong, gerakan gunungan, gerakan gunungan dan tokoh wayang, atau gerakan tokoh wayang.

Type: Monograph (Project Report)
Not controling keyword: digital framing, gerakan wayang, transisi videografi
Subject: 1. ISI Surakarta > Televisi dan Film
Divisions: Faculty of Fine Art and Design > School of Television and Film
User deposit: UPT. Perpustakaan
Datestamp: 09 Apr 2018 03:27
Last mod: 09 Apr 2018 03:27
URI: http://repository.isi-ska.ac.id/id/eprint/2327

Actions (login required)

View item View item