Winarko, Joko (2025) KOMPOSISI MUSIK “REK” PERSPEKTIF NILAI EGALITER BUDAYA AREK SURABAYA. Doctoral thesis, ISI Surakarta.
DISERTASI-JOKO WINARKO-2025 pot.pdf
Download (4MB)
Abstract
Komposisi Musik ‘Rek’ merupakan hasil penciptaan musik yang berangkat
dari perspektif tentang nilai egaliter dalam budaya Arek Surabaya. Karakteristik
tegas dan terbuka merupakan semangat masyarakat untuk membangun
perlawanan terhadap hegemoni penjajahan. Kota Surabaya sebagai pusat
ideologi menjadi ruang peleburan ragam budaya, membentuk nilai kesetaraan
hidup tanpa terbebani latar budaya dan strata sosial. Karakter dari budaya Arek
ini terdiskripsikan dalam ragam kesenian yang berkembang di Kota Surabaya.
Penciptaan karya musik ‘Rek’ menggunakan konsep pertemuan beragam
budaya musik dan memilih seni karawitan sebagai obyek untuk berkolaborasi
bersama ragam instrumen Barat, etnik, juga alat musik non konvensional. Tujuan
penciptaan ini adalah menerjemahkan nilai, karakter, dan semangat budaya
Arek dalam wujud karya komposisi musik. Selain melakukan reinterprestasi atas
budaya tradisi/lokal, proses penciptaan musik ini menjadi ruang pertemuan
dari ragam seni musik yang berkembang di Kota Surabaya.
Hasil dari langkah eksplorasi dan eksperimentasi musik digunakan untuk
membentuk tiga bagian suasana karya, yaitu bagian karya Nontok sebagai
gambaran suasana khidmat untuk selalu terbuka, bagian karya Jekdong menjadi
gambaran suasana kolaborasi, semangat berkolaborasi, dan bagian karya Keakkeok
menjadi gambaran dari suasana meriah (ethes) dan dinamis. Tiga bagian
karya tersebut merupakan satu keutuhan karya komposisi ‘Rek’ yang tak
terpisahkan.
Pendekatan penciptaan melalui sistem kolaborasi ragam budaya musik
dalam satu wujud komposisi menjadi temuan yang kemudian disebut dengan
tempuran atau ruang pertemuan ragam budaya musik. Selain mendiskripsikan
keragaman, ragam instrumen musik yang dihadirkan memberikan ruang
eksplorasi dan eksperimentasi yang luas dan cenderung bebas, serta digunakan
dalam menciptakan sajian komposisi yang bersifat interaktif, saling
berdialog/respon, dan juga sebagi ruang kebebasan tafsir para pemusik dalam
menyajikan pola ritmis. Proses penciptaan ini kemudian disebut dengan istilah
metode ceblang-ceblung.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | komposisi, rek, egaliter, tempuran |
| Subjects: | 1. ISI Surakarta > Penciptaan dan Pengkajian Seni |
| Divisions: | Faculty of Graduate Programs > School of Doctoral Program (S3) |
| Depositing User: | Nyono Nyono Nyono |
| Date Deposited: | 13 May 2026 04:40 |
| Last Modified: | 13 May 2026 04:40 |
| URI: | https://repository.isi-ska.ac.id/id/eprint/8134 |
