%K Interpretasi, Komposisi, Laku Jantra, Musik. %D 2025 %X Skripsi karya seni berjudul ”Laku Jantra: Fenomena Siklis Kehidupan Manusia” membahas komposisi musik baru yang dilatarbelakangi oleh ketertarikan pengkarya pada fenomena sosial tentang kepribadian atau perilaku seseorang yaitu Sukoco. Sukoco merupakan seorang pengrajin gamelan asal daerah Ponorogo yang pernah mengalami kisah unik sepanjang hidupnya. Untuk memperkuat gagasan pengkarya dalam membuat komposisi musik “Laku Jantra”, digunakan teori atau konsep yaitu interpretasi musik oleh Supanggono. Selain teori interpretasi musik, dalam penciptaan komposisi musik ini digunakan teori kreativitas oleh Munandar. Metode kekaryaan dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu observasi, wawancara, eksplorasi, penyusunan karya, improvisasi, dan evaluasi. Hasil penciptaan karya komposisi “Laku Jantra” memiliki empat bagian. Alur komposisi bagian pertama dibuat dengan karakter sajian yang tenang. Alur komposisi bagian ke dua dibuat dengan karakter sajian yang gelisah. Alur komposisi bagian ke tiga dibuat dengan karakter sajian yang emosional (sedih) atau memuncak. Alur bagian terakhir dibuat dengan karakter sajian yang menggambarkan rasa gembira dan bahagia %A Didin Tri Hanyokro Wibowo %T LAKU JANTRA: FENOMENA SIKLIS KEHIDUPAN MANUSIA %L eprintsOLD8040 %I Institut Seni Indonesia Surakarta