WEDHA’S POP ART POTRAIT (WPAP): EKSISTENSI, KARYA, DAN PEMIKIRAN WEDHA ABDUL RASYID

Downloads

Downloads per month over past year

Kusuma Dawami, Angga (2016) WEDHA’S POP ART POTRAIT (WPAP): EKSISTENSI, KARYA, DAN PEMIKIRAN WEDHA ABDUL RASYID. S2 thesis, INSTITUT SENI INDONESIA SURAKARTA.

[img] Text
Thesis Angga Kusuma Dawami.pdf

Download (2MB)
Official url: http://repository.isi-ska.ac.id

Abstract

INTISARI WEDHA’S POP ART POTRAIT (WPAP): KARYA, PEMIKIRAN DAN EKSISTENSI WEDHA ABDUL RASYID. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap Wedha’s Pop Art Portrait (kemudian dalam penyebutan berikutnya menggunakan singkatan WPAP) sebagai sebuah Pop Art yang sesuai dengan Pop Art dunia. Penelitian ini menggunakan pendekatan Fenomenologi Hermeneutik-Martin Heidegger, dengan menggunakan berbagai metode kualitatif, termasuk di dalamnya metode hermeneutik, metode intrepretatif, dan metode dasein analytic. Penelitian ini juga didukung dengan analisis etnografis, analisis estetik, analisis dari dasein, analisis intrepretatif, dan analisis interaksi. Penelitian ini membahas tentang sebuah teknik, yang berawal dari eksperimen Wedha Abdul Rasyid sebagai pencetusnya, kemudian menyebar ke masyarakat pendukungnya melalui banyak hal, gaya itu dinamakan WPAP. Penelitian ini befokus pada pengalaman dalam WPAP diawali ketika pertama kali muncul, dimana Wedha sebagai pencetus, melakukan pameran di tahun 2008 sebagai tonggak awal WPAP. Kemudian didukung dengan menggunakan eksistensi dari Wedha dan masyarakat pendukungnya dari pengalaman pertamanya sampai sekarang. Ada 3 hal yang dipertanyakan dalam penelitian ini; (1) adalah tentang eksistensi WPAP oleh Wedha Abdul Rasyid; (2) melihat WPAP sebagai sebuah Pop Art; (3) Pemikiran dan Bentuk WPAP oleh Wedha. Temuan dari penelitian ini adalah, (1) Eksistensi WPAP oleh Wedha dan masyarakat pendukungnya, yang sudah dilakukan dalam mendukung perkembangan WPAP dari pertama lahir sampai hari ini, dimana eksistensi Wedha terdapat dalam prinsip dasein, dan didukung dari eksistensi masyarakat pendukungnya; (2) WPAP juga merupakan salah satu Pop Art, dimana pengaruh yang didapatkan Wedha ketika memahami tentang perkembangan Pop Art dalam seni rupa yang ada di dunia; (3) WPAP memiliki struktur yang sesuai dengan pemikiran Wedha; (4) WPAP berbeda dengan Pop Art Portrait yang berkembang di dunia, terutama Amerika, dan menjadi sangat berpotensi dalam berkembangnya seni visual di Indonesia. Kata Kunci: WPAP, Pop Art, Fenomenologi-Hermeneutik, Dasein

Type: Thesis (S2)
Subject: 1. ISI Surakarta > Penciptaan dan Pengkajian Seni
Divisions: Faculty of Graduate Programs > School of Master Program (S2)
User deposit: Pascasarjana
Datestamp: 30 Dec 2016 04:45
Last mod: 23 Jan 2017 08:33
URI: http://repository.isi-ska.ac.id/id/eprint/847

Actions (login required)

View item View item