“RUWATAN CENG-BENG” : DOA BAKTI KEPADA LELUHUR MELALUI AKULTURASI BUDAYA JAWA DAN TIONGHOA

Downloads

Downloads per month over past year

Krisna, Jose Amadeus (2024) “RUWATAN CENG-BENG” : DOA BAKTI KEPADA LELUHUR MELALUI AKULTURASI BUDAYA JAWA DAN TIONGHOA. S2 thesis, ISI Surakarta.

[img] Text
TESIS - Jose Amadeus Krisna pot.pdf

Download (6MB)

Abstract

Etnis Jawa dan Tionghoa mengenal tradisi menghormati leluhur dan upacara yang berkaitan dengan kematian dan peringatannya. Tradisi Jawa menyebutnya sebagai umbul donga yang terdiri dari peringatan 7 hari, 40 hari, 100 hari, 1 tahun, 2 tahun dan 1.000 hari. Tradisi Tionghoa mengenal upacara sembahyang penghormatan leluhur pada peringatan 49 hari, setiap malam Imlek, setiap hari Ceng-beng, bulan ke-7 Imlek, dan peringatan Co-ki atau hari meninggal sang marhum. Tradisi Jawa dan Tionghoa juga mengenal upacara penolak bala dan permohonan keselamatan yang dikenal sebagai Ruwatan dalam budaya Jawa atau Cisuak dalam budaya Tionghoa. Upacara permohonan keselamatan tersebut berfokus pada pribadi, lingkungan dan keseimbangan kosmologi. Melihat persamaan-persamaan yang ada, pengkarya tertarik untuk menggubahnya dalam satu karya seni pertunjukan inovatif kreatif yang dinamakan Ruwatan Ceng-beng sebagai doa bakti kepada leluhur melalui akulturasi budaya Jawa dan Tionghoa. Karya ini belum pernah ada sebelumnya, serta memiliki kandungan ilmu pengetahuan kebudayaan yang kompleks, sehingga dapat menjadi salah satu bentuk kebudayaan baru bagi masyarakat etnis Jawa dan Tionghoa.

Type: Thesis (S2)
Not controling keyword: Ruwatan, Ceng-beng, Leluhur, Jawa, Tionghoa
Subject: 1. ISI Surakarta > Penciptaan dan Pengkajian Seni
Divisions: Faculty of Graduate Programs > School of Master Program (S2)
User deposit: Nyono Nyono Nyono
Datestamp: 23 Dec 2025 06:55
Last mod: 23 Dec 2025 06:55
URI: http://repository.isi-ska.ac.id/id/eprint/7975

Actions (login required)

View item View item