BAKISA: DINAMIKA RUMAH GADANG SEBAGAI INSPIRASI PENCIPTAAN KRIYA SENI

Downloads

Downloads per month over past year

Zam, Riswel (2022) BAKISA: DINAMIKA RUMAH GADANG SEBAGAI INSPIRASI PENCIPTAAN KRIYA SENI. S3 thesis, ISI Surakarta.

[img]
Preview
Text
DESERTASI KARYA SENI_RISWEL ZAM 2022 Pot.pdf

Download (4MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini berjudul Bakisa: Dinamika Rumah Gadang sebagai Inspirasi Penciptaan Kriya Seni, merupakan penelitian berbasis seni dengan fokus Penelitian ini berjudul Bakisa: Dinamika Rumah Gadang sebagai Inspirasi Penciptaan Kriya Seni, merupakan penelitian berbasis seni dengan fokus penciptaan yang terinspirasi dari dinamika dalam pelaksanaan nilai-nilai dan norma dalam rumah gadang. Sebagai artefak budaya rumah gadang sarat dengan kandungan nilai, makna, dan filosofi luhur kehidupan, yang menyatu dan menjadi pedoman, serta tuntunan dalam menjalani kehidupan bagi masyarakatnya. Seiring perjalanan waktu kadang terjadi dinamika dan pergeseran dalam pemahaman serta pelaksanaan nilai dan norma, maupun aspek budaya lainnya. Pengalaman sebagai bagian dari kultur dan masyarakat Minangkabau membuat keadaan ini menjadi perhatian dan kegelisahan yang menarik dikaji melalui sudut pandang estetis. Ragam persoalan dan dinamika yang dialami dan diamati menjadi rangsangan dalam penciptaan karya kriya seni sebagai ekspresi personal dengan tema dinamika dalam kehidupan sosial budaya masyarakat pemilik kebudayaan Minangkabau. Dalam upaya melahirkan gagasan estetis tersebut beberapa rumusan pemikiran dikemukakan yaitu, pertama mengenai konsep penciptaan karya kriya seni sebagai reinterpretasi terhadap dinamika dalam kehidupan yang berangkat dari nilai-nilai yang terkandung dalam rumah gadang, kedua langkah-langkah yang dilakukan dalam penciptaan karya kriya seni, dan ketiga menyangkut bentuk visual karya yang diwujudkan. Keseluruhan proses merupakan aktivitas kreatif dalam upaya mencapai tujuan yaitu menemukan konsep penciptaan karya yang bersumber dari rumah gadang melalui garapan karya kriya seni, perumusan dan penetapan langkah-langkah penciptaan, hasil karya, bentuk penyajian, cara publikasinya, serta analisis terhadap karya. Garapan terdiri dari aspek sumber inspirasi dan kekaryaan yang pemecahannya dilakukan melalui sebuah pendekatan. Fenomenologi merupakan pendekatan untuk mengungkap persoalan yang terjadi pada sumber inspirasi penciptaan, sementara dalam proses kreatif perwujudan karya dilakukan dengan pendekatan estetik. Perwujudan gagasan viii dilakukan melalui serangkaian proses yang didukung konsep seni, konsep visual, dan metode penciptaan. Rumusan konsep seni atau konsep penciptaan adalah reinterpretasi visual berupa penafsiran terhadap realita dan dinamika yang terjadi bukan sebagaimana adanya yang dilakukan secara visual dengan memanfaatkan idiom tradisi secara struktur mengacu pada teknik seni modern yang digarap melalui deformasi bentuk. Selain garapan aspek visual secara deformasi, makna dan isi merupakan aspek yang dipertimbangkan dalam perancangan karya. Perancangannya didukung dan mengacu pada teori perubahan sosial, dinamika, reinterpretasi, semiotik, dan elaborasi. Penataan bentuk-bentuk dalam karya didukung dengan konsep visual berupa kesatuan karya, kerumitan garapan, keseimbangan, dan kesederhanaan bentuk, serta kesungguhan dalam mewujudkan. Keseluruhan tahapan penciptaan menggunakan metode yaitu riset sumber dan media, serta proses kreatif yang dilakukan melalui tiga tahapan berupa eksplorasi, proses kreasi artistik, dan perwujudan karya. Eksplorasi dilakukan melalui kajian terhadap rumah gadang sebagai inspirasi penciptaan, dan kreasi artistik meliputi menemukan konsep dan metode penciptaan, teori dan pendekatan penciptaan, serta tahapan dalam pembentukan. Karya-karya yang dilahirkan merupakan wujud ekspresi dan pengaktualisasian diri berupa reinterpretasi terhadap nilai luhur yang terkandung dalam rumah gadang yang dikomparasikan dengan realita melalui garapan visual. Hasil proses kreatif dilahirkan berupa wujud visual karya kriya seni tiga dimensi dengan judul, Rangkiang Kini Lah Kosong, Manjago Tonggak Tuo, Marantau, Manantang Maso Maniti Buiah, Jago Adaik jo Limbago, Lapiak Takambang, Bacamin ka nan Sudah, dan Musyawarah jo Mupakaik. Sajian karya dilakukan dengan pustek sebagai etalase yang disesuaikan dengan dimensi karya. Publikasi sebagai sarana untuk mengapresiasi hasil cipta dilakukan melalui pameran seni secara langsung serta dalam bentuk audio visual berupa video. Keseluruhan penciptaan karya mengemukakan pemikiran dan pemecahan masalah melalui pendekatan estetik dengan konsep reinterpretasi visual, dan kekaryaan melalui deformasi bentuk serta pewarnaan patinasi yang mendukung pemaknaan karya. Melalui proses ini diperoleh kesadaran estetik dan kontribusi berupa temuan artistik dari pengalaman berkarya dan hasil cipta bersumber dari budaya lokal yang diaktualisasikan secara berbeda berbentuk karya kriya seni. Semua tahapan proses yang dilakukan menjadi inspirasi bagi diri sendiri, dan menjadi tawaran konseptual bagi kebaruan dunia seni rupa secara umum yang dihasilkan dari pembacaan dan analisis terhadap sumber ide, proses kreatif, dan hasil karya bagi pengembangan dunia seni rupa secara umum.

Type: Thesis (S3)
Not controling keyword: Bakisa, rumah gadang, inspirasi, kriya seni
Subject: 1. ISI Surakarta > Penciptaan dan Pengkajian Seni
Divisions: Faculty of Graduate Programs > School of Doctoral Program (S3)
User deposit: Nyono Nyono Nyono
Datestamp: 30 May 2023 02:25
Last mod: 30 May 2023 02:25
URI: http://repository.isi-ska.ac.id/id/eprint/5937

Actions (login required)

View item View item