PRANATA MANGSA SEBAGAI IDE CIPTA KARYA SUNGGING WAYANG BEBER

Downloads

Downloads per month over past year

Wibisono, Faris (2016) PRANATA MANGSA SEBAGAI IDE CIPTA KARYA SUNGGING WAYANG BEBER. S1 thesis, INSTITUT SENI INDONESIA (ISI) SURAKARTA.

[img] Text
Faris W.pdf

Download (23MB)

Abstract

Faris Wibisono, 10147110. Deskripsi Kekaryaan Pranata Mangsa Sebagai Sumber Ide Penciptaan Karya Sungging Wayang Beber. (123, 2016) Tugas Akhir kekaryaan ini mengangkat tema pranata mangsa sebagai ide cipta karya sungging wayang beber. Indonesia dikenal sebagai negeri agraris sejak zaman dahulu, nenek moyang di Nusantara telah mengenal pranata mangsa sebagai pegangan hidup untuk bertani, di mana sebagian besar penduduknya mengandalkan masalah pangan untuk swasembada, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun regional. Konsep inilah yang mendasari tentang masyarakat Jawa dalam memperlakukan alam berkaitan dengan pertanian secara turun-temurun dari nenek moyang hingga masa kini. Aspek-aspek dalam penciptaan karya ini meliputi, kesatuan (unity) yang meliputi warna, cerita, penokohan maupun penyajian, kerumitan (complexity) meliputi secara teknik sungging, visualisasi, sampai perhitungan setiap mangsa, kesungguhan (intensity) penulis masuk di dalamnya, baik secara emosional sebagai anak petani maupun secara langsung melalui pembuatan kanvas, penyunggingan, dan bahkan menjadi dalang dalam penyuguhannya. Karya ini dikemas menjadi beberapa adegan, pertama menceritakan tentang pertemuan warga di sebuah bale, kedua menceritakan tentang proses pengolahan lahan pertanian, ketiga panen dan keempat pesta rakyat. Karya ini terbagi menjadi 24 pejagong serta 6 gulungan wayang beber, dan masing-masing pejagongnya mengandung cerita berkesinambungan. Oleh karena itu, merujuk konsep tradisional (local genius), karena pranata mangsa menjadi acuan petani di Nusantara. Warna-warna sunggingan yang diterapkan mengacu pada setiap perubahan musim yang berlangsung, sedangkan penyekat awal dan berakhirnya setiap pejagong terdapat gunungan kala, yang menyimbolkan pergantian waktu dan latar. Penokohannya dibagi menjadi beberpara bagian, meliputi: masyarakat petani, perangkat desa, pemuka agama, dan tengkulak. Kata Kunci : Petani, Pranata Mangsa, Sungging wayang Beber.

Type: Thesis (S1)
Not controling keyword: Petani, Pranata Mangsa, Sungging wayang Beber.
Subject: 1. ISI Surakarta > Kriya Seni
Divisions: Faculty of Fine Art and Design > School of Craft Study Program
User deposit: UPT. Perputakaan
Datestamp: 17 Nov 2016 04:48
Last mod: 17 Nov 2016 04:48
URI: http://repository.isi-ska.ac.id/id/eprint/560

Actions (login required)

View item View item