POSISI FILM ALTERNATIF DI INDONESIA Studi Kontekstualisasi

Downloads

Downloads per month over past year

Banjaransari, Tunggul (2014) POSISI FILM ALTERNATIF DI INDONESIA Studi Kontekstualisasi. S2 thesis, INSTITUT SENI INDONESIA SURAKARTA.

[img] Text
Tesis Tunggul Banjaransari.pdf

Download (104MB)
Official url: http://repository.isi-ska.ac.id

Abstract

ABSTRAK POSISI FILM ALTERNATIF DI INDONESIA Tesis ini menjelaskan tentang pentingnya film alternatif di Indonesia beserta potensi tafsir berikut gambaran kontekstualnya. Film alternatif menjadi salah satu produk media informasi yang mampu memberikan wacana-wacana perubahan dan pencatatan sejarah. Kemunculan film alternatif terbentuk oleh rejim otoritarian di bawah kepemimpinan Soeharto. Rejim ini telah memberikan dampak yang tidak steril dalam perkembangan film di Indonesia. Lewat lembaga-lembaga bentukan Negara, semua film yang diproduksi di Indonesia harus menjalani berbagai macam regulasi yang diatur oleh Undang-Undang. Salah satunya adalah proses sensor. Oleh karena itu, film alternatif tumbuh sebagai gerakan pembebasan atas kekuasaan Negara. Pasca 1998, setelah lengsernya Soeharto, film alternatif menjadi media ekspresi bagi kaum yang tertindas oleh pemerintah Orde Baru. Tesis ini menggunakan konsep Hyperrealis dan pasca strukturalisme. Konsep hyperrealis digunakan untuk memetakan kontekstualisasi film alternatif yang berkembang sesudah Soeharto lengser. Konsep pasca-strukturalisme, digunakan untuk mengurai tekstual film yang dihasilkan oleh produk-produk film pasca 1998. Metode yang digunakan adalah konstruktivis, dengan menggunakan data yang didapat dari menonton film, hasil pengamatan di ruang- ruang pemutaran, wawancara etnografi dengan para pelaku eksibisi alternatif dan kritikus film, serta hasil studi kearsipan dari film-film pasca kolonial dan film-film yang dibuat pada masa Orde Baru. Dari analisis data yang sudah dikumpulkan, tesis ini menghasilkan gambaran tentang perubahan atau perkembangan film alternatif yang pesat. Pasca 1998, film alternatif tumbuh dan berkembang lewat gerakan-gerakan komunal komunitas untuk mempertanyakan gagasan identitas film Nasional; untuk mempermasalahkan persoalan realitas di dalam film itu sendiri; dan merepresentasikan budaya sebagai akar penciptaan bahasa baru di dalam film alternatif Indonesia. Film sebagai sebuah produk yang lekat dengan modernitas dan bagian dari tatanan kota, pun mengalami perubahan di Indonesia. Kota sebagai tempat tumbuh suburnya film berubah menjadi peristiwa gagasan, yang mampu merangkul siapa saja di berbagai penjuru daerah di Indonesia tanpa memandang kelas sosialnya. Kehadiran festival film sebagai platform pertumbuhan film alternatif di daerah-daerah, menjadi cikal bakal berubahnya film menjadi bagian dari wacana pengetahuan penciptaan ruang-ruang diskursus. Tesis ini menyimpulkan, bahwa film alternatif menjadi satu bagian terpenting dalam pembentukan keterbukaan sejarah film dan politik di Indonesia. Kata Kunci : Sejarah Film di Indonesia, Politik, Film Alternatif di ndonesia.

Type: Thesis (S2)
Subject: 1. ISI Surakarta > Penciptaan dan Pengkajian Seni
Divisions: Faculty of Graduate Programs > School of Master Program (S2)
User deposit: Juni Padmono
Datestamp: 07 Nov 2016 06:51
Last mod: 07 Nov 2016 06:51
URI: http://repository.isi-ska.ac.id/id/eprint/509

Actions (login required)

View item View item