FATWA

Downloads

Downloads per month over past year

Naufal, Faruq Ghalib (2020) FATWA. S1 thesis, ISI SURAKARTA.

[img] Text
FARUQ GHALIB N.pdf

Download (15MB)

Abstract

Karya seni tari “Fatwa (Kisah)” yang disusun dan disajikan oleh Faruq Ghalib Naufal ini merupakan Tugas Akhir dari Jurusan Tari, Program Studi S-1 Seni tari, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Surakarta. Karya ini merupakan hasil dari kisah cerita suku Melayu yang dikenal dengan sebutan Gara-Gara Seulas Nangka, Megat Sri Rama Menuntut Balas, serta Sultan Mahmud Mangkat Dijulang yang divisualisasikan dalam bentuk karya seni tari dengan vokabuler gerak, nuansa dan suasana yang mengarah kepada suku Melayu tepatnya yang berada di wilayah Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Berkisahkan tentang tiga tokoh utama yaitu Sultan Mahmud Syah II dengan panglima perang kepercayaannya yaitu Megat Sri Rama serta Wan Anom istri dari panglima. Megat Sri Rama yang diperintahkan oleh Sultan Mahmud Syah II untuk pergi berperang melawan para penjajah negri harus meninggalkan istrinya seorang diri dalam keadaan sedang mengandung. Demi kesetiaannya kepada Sultan, Megat Sri Rama tetap menjalankan tugasnya namun tidak disangka Sultan Mahmud Syah II justru membunuh Wan Anom hanya gara-gara seulas nangka yang dimakan oleh Wan Anom yang mana buah itu harusnya diperuntukan kepada Sultan Mahmud Syah II. Dilihat dari konsep garap, dapat diketahui bahwa pekarya menciptakan karya seni tari ini dengan berdasarkan garap koreografi kelompok. Pekarya menggunakan kerangka konseptual oleh Y. Sumandiyo Hadi dimana dalam koreografi kelompokpara penari harus kerjasama saling bketergantungan atau terkait satu sama lain dan masing-masing penari mempunyai pendelegasian tugas satu fungsi. Sesuai yang dikatakan Y. Sumandiyo Hadi bahwa koreografi kelompok para pendukung karya harus bekerjasama yang dikarenakan penari satu dan penari lainnya selalu terkait dan memiliki ketergantungan, sehingga menambahkan tingkat kesulitan dalam bentuk koreografi kelompok. Konsep yang digunakan pekarya dalam menciptakan karya seni gtari Fatwa ini adalah dalam bentuk konsep tari kelompok. Pekarya menentukan untuk menyusunnya dalam bentuk tari kelompok karena pekarya menyadari bahwa cerita yang diangkat untuk dijadikan dasar dari karya ini tergolong sulit apabila harus dilakukan dengan konsep tari tunggal. Bila tari tunggal maka satu penari harus dapat menguasai setiap elemen yang diperlukan seperti ekspresi dan karakteristik dari ketiga tokoh utama serta suasana-suasana yang harus dimunculkan pada tiap adegannya. Maka dari itu pekarya menentukan karya ini dibentuk dengan karya tari kelompok agar dapat elem-elem ytersebut dapat dibagikan kepada para pendukung karya dan tidak menitikberatkan pada satu penari saja.

Type: Thesis (S1)
Subject: 1. ISI Surakarta > Tari
Divisions: Faculty of Performance Arts > School of Dance
User deposit: UPT. Perputakaan
Datestamp: 05 Jan 2021 04:20
Last mod: 05 Jan 2021 04:20
URI: http://repository.isi-ska.ac.id/id/eprint/4714

Actions (login required)

View item View item