PENGEMBANGAN MOTIF ALAS-ALASAN DALAM DODON PENGANTIN GAYA SURAKARTA

Downloads

Downloads per month over past year

SAPUTRI, NINDI FADILA (2020) PENGEMBANGAN MOTIF ALAS-ALASAN DALAM DODON PENGANTIN GAYA SURAKARTA. S1 thesis, INSITUT SENI INDONESIA (ISI) SURAKARTA.

[img] Other
NINDI FADILA.PDF

Download (17MB)

Abstract

Motif alas-alasan artinya hutan-hutanan merupakan motif simbolik yang segala sesuatunya (hewan dan tumbuh-tumbuhan) ada dalam motif ini. Motif alas-alasan menekankan pada objek binatang dengan stilasi bentuk yang ditata rapi. Peran tumbuh-tumbuhan yaitu sebagai pengisi ruang kosong dan penghubung setiap bentuk binatang. Motif alas-alasan termasuk motif larangan yang sering digunakan oleh Raja. Motif ini biasanya terdapat dalam dodot Surakarta, yang kemudian dodot dengan motif alas-alasan digunakan oleh sepasang pengantin. Dalam setiap elemen motif dan bagiannya, dodot pengantin alas-alasan penuh akan filosofi dan makna yang terkandung didalamnya. Motif ini menggambarkan keadaan hutan atau alam seisinya yang melambangkan keadaan baik dan buruk. Filosofi dan maknanya berisikan ajaran kepada sepasang pengantin tentang kehidupan dan rumah tangganya, selain itu alas-alasan dianggap sebagai lambang kesuburan dan kemakmuran. Berbagai sifat hewan yang digambarkan dalam motif alas-alasan mengartikan adanya kehidupan di alam ini. Mengibaratkan manusia yang hidup untuk menuju kemakmuran dan ketentraman seringkali mendapat berbagai rintangan dan halangan. Berdasarkan hal tersebut diatas, pengkarya terinspirasi untuk menciptakan karya pengembangan yang bersumber dari motif alas-alasan tersebut. motif batik yang dibuat diterapkan dalam dodot pengantin gaya Surakarta dengan pemasangan busana teknik drapping. Adapun permasalahan penciptaan karya difokuskan pada : 1) Bagaimana membuat desain batik pengembangan dari motif alas-alasan yang terdapat dalam dodot pengantin Kasunanan Surakarta?, Bagaimana mewujudkan desain pengembangan batik motif alas-alasan untuk dodot pengantin gaya Surakarta? Serta Bagaimana aplikasi dodot dalam bentuk busana? Guna mewujudkan ide tersebut baik ke dalam motif maupun busana dodot pengantin gaya Surakarta digunakan sebuah metode penciptaan seni dengan pendekatan estetika. Adapun tahapan penciptaan seni meliputi : pradesain, desain, perwujudan, deskripsi, dan presentasi. Tahapan dan proses penciptaan karya seni yang dilakukan nantinya menghasilkan : 1) Tiga desain motif batik bersumber dari motif alas-alasan yang diciptakan dalam bentuk pengembangan motif 2) Empat busana pengantin Jawa teknik drapping yang disebut dodot 3) Busana yang memiliki nilai keindahan dan filosofi yang dapat digunakan dalam upacara pernikahan adat Jawa atau digunakan dalam acara resepsi pernikahan. Kata Kunci : motif alas-alasan, dodot, pengembangan motif, pernikahan

Type: Thesis (S1)
Not controling keyword: motif alas-alasan, dodot, pengembangan motif, pernikahan
Subject: 1. ISI Surakarta > Batik
Divisions: Faculty of Fine Art and Design > School of Batik
User deposit: UPT. Perputakaan
Datestamp: 03 Nov 2020 05:44
Last mod: 03 Nov 2020 05:44
URI: http://repository.isi-ska.ac.id/id/eprint/4510

Actions (login required)

View item View item