DIKTAT MENABUH SENDIRI GENDÈR Untuk Konservatori Edisi 2

Downloads

Downloads per month over past year

Martopangrawit, Martopangrawit and Prodjopangrawit, R. Ng. and Parsono, Parsono and Soetandyo, Soetandyo and Purwanto, Joko (2020) DIKTAT MENABUH SENDIRI GENDÈR Untuk Konservatori Edisi 2. ISI Press, Surakarta. ISBN 978-602-5573-63-7

[img] Text
Diktat Gender II.pdf

Download (1MB)
[img] Text
Surat Pernyataan Publikasi Joko Purwanto.pdf

Download (622kB)
Official url: http://repository.isi-ska.ac.id/

Abstract

Maksud dari penerbitan kembali buku ini bertujuan untuk menyambungkan, membagikan pengalaman, dan menyampaikan metode menabuh gendèr khususnya yang berkenaan dengan pathetan, sendhon, dan adaada kepada generasi berikutnya. Kami katakan metode karena kenyataan dalam praktik karawitan seorang penggendèr apabila menyajikan pathetan, atau sendhon, atau ada-ada tidak seperti yang tertulis di dalam buku ini. Notasi dalam buku ini merupakan salah satu cara bagaimana menabuh atau menyajikan pathetan, atau sendhon, atau ada-ada yang di dalamnya memberikan jalan atau menuntun bagaimana isian-isian, gendèran baku dan atau rambatan. (Semua notasi gendèran yang dibawahnya tertera huruf B (baku) adalah sebuah notasi gendèran yang bisa disajikan berulang-ulang menurut kebutuhan. Di tempat inilah seorang pengendèr bisa menunggu patnernya (rebab atau suluk) untuk menuju rasa seleh. Untuk menuju rasa sèlèh satu ke rasa sèlèh berikutnya dihubungan oleh notasi gendèran yang dibawahnya tertera huruf R (rambatan). Dengan kata lain rambatan yaitu wiledan penghubung antara baku sebelumnya dengan baku berikutnya yang biasanya hanya disajikan satu kali. Wiledan baku dan rambatan inilah yang menjadi esensi dalam praktik menabuh gendèr yang sudah menjadi konsep gendèran yang ditemukan oleh para empu karawitan terdahulu. Keduanya (baku dan rambatan) yang menjadi pembeda jenis-jenis pathetan, atau sendhon, atau ada-ada yang tercatat dalam buku ini. Metode disini juga dimaksudkan adalah sebuah cara bagi para pemula yang ingin secara serius mempelajari cengkokcengkok gendèran khususnya untuk gendèran pathetan, sendhon, dan ada-ada. Sebetulnya di dalam gendèran pathetan, sendhon, dan ada-ada terkandung pula metode atau teknik dasar dalam bermain gendèr pada umumnya antara lain pipilan, samparan, sarugan, genukan, gembyungan, ukelan, dan pethetan.

Type: Book
Not controling keyword: Gender, Menabuh, Konservatori, Diktat
Subject: 1. ISI Surakarta > Karawitan
Divisions: Faculty of Performance Arts > School of Karawitan
User deposit: UPT. Perpustakaan
Datestamp: 10 Mar 2020 03:53
Last mod: 10 Mar 2020 03:53
URI: http://repository.isi-ska.ac.id/id/eprint/4161

Actions (login required)

View item View item