PELATIHAN SENI TEATER : POTENSI, PERKEMBANGAN, DAN PENGELOLAAN

Downloads

Downloads per month over past year

Makaf, Akhyar (2019) PELATIHAN SENI TEATER : POTENSI, PERKEMBANGAN, DAN PENGELOLAAN. Project Report. Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Surakarta. (Unpublished)

[img] Text
Akhyar Makaf, S.Sn., M.Sn..pdf

Download (1MB)
Official url: http://repository.isi-ska.ac.id/

Abstract

kota Surakarta sangat berpotensi sebagai lokasi pengembangan bidang pelatihan Seni Teater, baik dalam bentuk pelatihan dalam wadah sebuah sanggar ataupun sebagai ekstrakurikuler di lembaga pendidikan usia dini, tingkat dasar, menengah, sampai pendidikan tinggi. Kesimpulan ini ditarik dari fenomena banyaknya jumlah sanggar kesenian dan jumlah sekolah formal, baik negeri maupun swasta. Beberapa dari sekolah formal telah memiliki kegiatan ekstrakurikuler di bidang seni teater, bahkan penggiatnya telah membentuk sebuah wadah bernama Jaringan Teater Pelajar (JTP). Akan tetapi, mayoritas sekolah formal di Surakarta masih belum memiliki kegiatan ektrakurikuler di bidang seni teater, sehingga potensi untuk mengelola bidang ini masih cukup besar. Secara khusus, dari dua objek lembaga pelatihan yang diteliti, tergambar perbedaan dan variasi metode pelatihan dan pengelolaan yang diterapkan sesuai dengan komposisi peserta dan kurikulum yang diterapkan. Lembaga pendidikan formal menjadikan mata pelajaran drama sebagai media untuk melatih kemampuan siswanya dalam beberapa bidang ilmu teater. Begitu juga dengan lembaga pendidikan seperti sanggar yang menggunakan metode yang lebih terbuka dan eksploratif dalam meningkatkan kemampuan pesertanya dalam menguasai kemampuan di bidang seni pertunjukan.Kedua objek ini juga memiliki perbedaan pada sistem pengelolaannya. Sistem mata pelajaran dan ekstrakurikuler di sekolah formal yang dijadikan objek, cenderung menjadikan seni drama sebagai materi komplementer dari materimateri utama sesuai kurikulum yang diterapkan. Pengeloannya diserahkan kepada guru honorer yang memiliki kompetensi di bidan seni teater di bawah bimbingan guru kesenian dan kepala sekolah. Sedangkan metode yang digunakan di Sanggar Seni Kemasan, lebih menitikberatkan pada eksplorasi secara serius dan intens pada anggota sanggar di luar waktu pendidikan formal mereka. Jika waktu belajar dan berlatih teater di sekolah sangat terbatas, sebaliknya sanggar menyediakan waktu berlatih yang cukup banyak untuk kegiatan perlombaan, undangan acara, dan pertunjukan rutin di setiap bulan. Durasi latihan yang cukup banyak bagi anggota sanggar akhirnya bisa membekali mereka dengan kemampuan berteater yang baik.Pelatihan yang terarah, durasi latihan yang cukup banyak, dan pengalaman pementasan yang rutin, dapat menghasilkan peserta didik yang mampu beradaptasi dengan tantangan-tantangan dalam menyajikan pertunjukan yang layak tonton. Pelatihan seni, khususnya seni teater, dapat mengasah kemampuan dan kepekaan artistik dari anak-anak peserta didik. Selain itu, materimateri yang mereka dapatkan dari pelatihan teater dapat mengasah kecerdasankecerdasan fisik dan psikis mereka.

Type: Monograph (Project Report)
Not controling keyword: Teater, Pelatihan Seni, Pengelolaan, Potensi
Subject: 1. ISI Surakarta > Teater
Divisions: Faculty of Performance Arts > School of Theater
User deposit: UPT. Perpustakaan
Datestamp: 28 Jan 2020 07:35
Last mod: 28 Jan 2020 07:35
URI: http://repository.isi-ska.ac.id/id/eprint/4038

Actions (login required)

View item View item