ALIH WAHANA DALAM PERTUNJUKAN WAYANG KULIT MADYA LAKON AJI PAMASA SAJIAN PURBO ASMORO

Downloads

Downloads per month over past year

Santoso, Sapto Adi (2019) ALIH WAHANA DALAM PERTUNJUKAN WAYANG KULIT MADYA LAKON AJI PAMASA SAJIAN PURBO ASMORO. S1 thesis, INSTITUT SENI INDONESIA (ISI) SURAKARTA.

[img] Other
SAPTO ADI SANTOSO 15123102.PDF

Download (2MB)

Abstract

Penelitian yang berjudul “Alih Wahana dalam Pertunjukan Wayang Kulit Madya lakon Aji Pamasa sajian Purbo Asmoro“ bertujuan menjawab permasalahan tentang: (1) Bagaimana struktur naratif Serat Aji Pamasa (2) Bagaimana struktur dramatik lakon Aji Pamasa (3) Bagaimana bentuk alih wahana Serat Aji Pamasa dalam pertunjukan wayang kulit madya lakon Aji Pamasa. Pendekatan yang digunakan yaitu teori struktur dramatik lakon dari Sudiro Satoto dan teori alih wahana yang dikemukakan oleh Sapardi Djoko Damono. Sumber data penelitian ini adalah Serat Aji Pamasa karya R.Ng Ranggawarsita yang dialihaksarakan oleh Mulyo Hutomo tahun 1985 dan rekaman pertunjukan wayang madya lakon Aji Pamasa tahun 2018. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca, teknik dokumentasi, dan teknik simak catat. Hasil analisis struktur naratif Serat Aji Pamasa dan struktur dramatik lakon Aji Pamasa meliputi pendeskripsian unsur-unsur pembentuk cerita meliputi: tema, amanat, penokohan (protagonis, tritagonis, antagonis, dan peran pembantu), latar/setting (tempat, waktu, dan suasana). Berdasarkan kajian alih wahana diperoleh hasil bahwa bentuk hubungan intertekstual serat dan lakon Aji Pamasa dengan cara perbandingan, persamaan, dan pengontrasan. Perbandingan yang meliputi tema, tokoh dan penokohan, latar, alur, dan amanat. Persamaan yang meliputi tokoh utama, latar (waktu, tempat, dan suasana). Pengontrasan terjadi pada Serat Aji Pamasa yang merupakan hipogram dari lakon Aji Pamasa sehingga terjadi penyesuaian dalam lakon yang disebut inovasi. Alih wahana Serat Aji Pamasa menjadi lakon Aji Pamasa meliputi penyesuaian alur, penokohan, latar, tema, amanat yang berubah pada wahana pertunjukan wayang. Bentuk alih wahana berupa media rupa (visualisasi tokoh wayang), media tari (penampilan sabet), media musik (sulukan dan iringan pakeliran), dan media drama (penceritaan dalang meliputi janturan, pocapan, dan ginem). Perubahan, penambahan, dan pengurangan terjadi pada unsur pembentuk cerita dan beradaptasi mengikuti wahana baru yang digunakan. Penyesuaian dan pergeseran makna dilakukan untuk memperbaharui sumber ide cerita dan relevansinya dengan zaman sekarang. Kata kunci: alih wahana, Aji Pamasa, wayang madya

Type: Thesis (S1)
Not controling keyword: alih wahana, Aji Pamasa, wayang madya
Subject: 1. ISI Surakarta > Pedalangan
Divisions: Faculty of Performance Arts > School of Pedalangan
User deposit: UPT. Perputakaan
Datestamp: 22 Nov 2019 07:38
Last mod: 22 Nov 2019 07:38
URI: http://repository.isi-ska.ac.id/id/eprint/3751

Actions (login required)

View item View item