REVITALISASI PERTUNJUKAN WAYANG TOPENG JATI DUWUR JOMBANG LAKON PATAH KUDA NARAWANGSA

Yanuartuti, Setyo (2015) REVITALISASI PERTUNJUKAN WAYANG TOPENG JATI DUWUR JOMBANG LAKON PATAH KUDA NARAWANGSA. S3 thesis, INSTITUT SENI INDONESIA SURAKARTA.

[img]
Preview
Text
Disertasi Setyo Yanuartuti.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK Judul penelitian “Revitalisasi Pertunjukan Wayang Topeng Jati Duwur Jombang Lakon Patah Kuda Narawangsa”. Revitalisasi Wayang Topeng Jati Duwur merupakan fenomena dalam kehidupan seni pertunjukan Wayang Topeng di Jombang setelah beberapa tahun terancam punah. Penelitian ini bertujuan untuk membahas pertunjukan Wayang Topeng Jati Duwur sebelum direvitalisasi; konsep, proses dan wujud pertunjukan selama direvitalisasi; serta fungsi dan peran pertunjukan Wayang Topeng jati Duwur bagi masyarakat saat ini. Penelitian ini merupakan grounded research yang dalam memecahkan permasalahan digunakan teori revitalisasi, pendekatan tekstual dan kontekstual, konsep struktur dan tekstur, konsep fungsi dan peran. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka, wawancara dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif yang didukung dengan analisis verstehen, interpretatif dan hermeneutik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks pertunjukan WTJD sebelum direvitalisasi memiliki interaksi dengan kondisi geografis, sosial dan budaya Jombang, dan latar belakang kehidupannya, serta hubungan intertekstual dengan teks pertunjukan lain di Jombang. Pertunjukan WTJD merupakan pertunjukan Wayang Topeng khas Jombang, dan memiliki karakter pertunjukan Wayang Topeng Jawa Timuran. Konsep revitalisasi WTJD adalah nguri-urip seni dan desakralisasi yang prosesnya dilakukan dengan tahapan reformulasi, komunikasi, organisasi, transformasi budaya dan rutinitas. Proses garap pertunjukan WTJD dilakukan dengan langkah identifikasi ide, observasi nilai artistik, kolaborasi nilai artistik dengan ide seniman, penggarapan pemanggungan, pementasan untuk menemukan citarasa penonton. Wujud garap pertunjukan WTJD hasil revitalisasi berbeda dengan sebelumnya yaitu terletak pada pertunjukan tari, struktur lakon, catur, gerak tari, gending karawitan, unsur pendukung lain seperti busana dan tata pentas. Pasca revitalisasi pertunjukan WTJD berfungsi tidak hanya sebagai sarana ritual nadzar tetapi juga pencarian pengalaman batin, sebagai sarana mencari nafkah, sebagai hiburan, sebagai presentasi estetis dan sebagai pengikat solidaritas sosial. Peran WTJD saat ini bagi seniman dapat membangun identitas seniman, sebagai pembangun kehidupan tradisi, menyatukan nilai seni dan budaya, sebagai sumber inspirasi pengembangan seni dan budaya Jombang; sebagai pembangun kerukunan sosial; pemberi peluang pengembangan ekonomi kreatif; sebagai pembangun karakter bangsa. Kesimpulan penelitian ini adalah revitalisasi telah mampu menghidupkan kembali Wayang Topeng Jombang yang berdampak pada bidang sosial, seni budaya, ekonomi dan pendidikan di Jombang. (Kata Kunci: Pertunjukan, Wayang Topeng, Revitalisasi)

Type: Thesis (S3)
Subject: 1. ISI Surakarta > Penciptaan dan Pengkajian Seni
Divisions: Faculty of Graduate Programs > School of Doctoral Program (S3)
User deposit: Juni Padmono
Datestamp: 19 Oct 2016 03:03
Last mod: 19 Oct 2016 03:03
URI: http://repository.isi-ska.ac.id/id/eprint/372

Actions (login required)

View item View item