Wayang Beber Remeng Mangunjaya Gelaran Wonosari dan Wayang Beber Jaka Kembang Kuning Karangtalun Pacitan Serta Persebarannya di Seputar Surakarta

Downloads

Downloads per month over past year

Subandi, Subandi and Aswoyo, Joko and Prabowo, Rahayu Adi and Yuwono, Basuki Teguh (2011) Wayang Beber Remeng Mangunjaya Gelaran Wonosari dan Wayang Beber Jaka Kembang Kuning Karangtalun Pacitan Serta Persebarannya di Seputar Surakarta. ISI Press, Surakarta. ISBN 978-602-8755-63-4

[img] Text
img20190904_0001.pdf

Download (4MB)
Official url: http://repository.isi-ska.ac.id/

Abstract

Pulau Jawa adalah wilayah Indonesia yang paling unik dan menarik. Keunikan Jawa adalah terletak pada keragaman sosio kultural masyarakatnya yang mempunyai adat-istiadat dan kebudayaan yang beragam. Hal ini memungkinkan lahimya berbagai macam bentuk kesenian yang tumbuh dan berkembang di berbagai wilayah Jawa. Keanekaragaman seni dan budaya yang tumbuh berkembang di Jawa itu menunjukan jati diri suku Jawa. Salah satu bentuk kesenian yang digemari dan berkembang di masyarakat Jawa, adalah wayang. Walaupun kesenian wayang ini juga terdapat di berbagai daerah di Indonesia seperti Bali, Madura, Sunda, Kalimantan, dan Sumatera, namun demikian kehidupan wayang di Jawa lebih beragam dan terlihat terawat dengan lestari oleh masyarakat pendukungnya. Wayang di Jawa telah menjadi bagian hidup sebagian masyarakat. Hal ini ditandai dengan banyaknya jenis wayang dan khasanah cerita wayang yang dikenal masyarakat. Penghayatan dan pengalaman mengambil nilai-nilai kehidupan dalam wayang menjadi bagian spiritual masyarakat karena terjadinya komunikasi akibat seringnya di selenggarakan pagelaran wayang di berbagai wilayah di Jawa. Wayang beber Gelaran Wonosari memiliki gambaran visual yang sederhana bahakan terlihat sepi pada latar belakang (background) wayang beber. Banyak unsur-unsur elemen gambar yang detailnya belum diselesaikan, bahkan belum sempat disungging, dan dibiarkan dalam bentuk outline garis hitam membentuk gambar figur tertentu terutama binatang kecil (rase terbang). Penggambaran tokoh-tokohnya pun terkesan kurang konsisten antara satu jagong dengan jagong lainnya. Hal ini tampak memberi kesan visual bahwa wayang beber Gelaran Wonosari terasa lebih tua dibandingkan wayang beber Karangtalun Pacitan. Sementara itu wayang beber Jaka Kembang Kuning KarangtaJun Pacitan digambar dengan sangat luar biasa detail. Setiap jagong (adegan) dilukis dengan sangat teliti latar depan maupun latar belakang gambamya. Penggambaran tokoh-tokohnyapun digarap dengan sangat teliti, dan bahkan setiap tokoh digarap berbeda pada setiap adegan. Alur cerita dan suasana lakon diselaraskan dengan perwujudan gambar yang sangat teliti. Kekhasan yang muncul dari kedua wayang beberRemeng Mangunjaya dan Jaka Kembang Kuning tcrletak pada wujud gambar serta garap detail omamentiknya. Perbedaan lain dari kedua wayang beber tadi adalah perbedaan piktorialnya yang menunjukkan adanya keinginan yang berbeda dari pelukisnya dalam menggambar atau mungkin adanya perbedaan keahlian dalam menggambar.

Type: Book
Not controling keyword: Wayang Beber, Gelaran Wonosari, Karangtalun Pacitan Serta, Remeng Mangunjaya, Jaka Kembang Kuning
Subject: 1. ISI Surakarta > Kriya Seni
Divisions: Faculty of Fine Art and Design > School of Craft Study Program
User deposit: UPT. Perpustakaan
Datestamp: 05 Sep 2019 01:59
Last mod: 05 Sep 2019 01:59
URI: http://repository.isi-ska.ac.id/id/eprint/3541

Actions (login required)

View item View item