PENCIPTAAN MUSIK KERONCONG DAN WAYANG INOVATIF DALAM PERTUNJUKAN CONGWAYNDUT

Downloads

Downloads per month over past year

Romadona, Eko Aprianto (2019) PENCIPTAAN MUSIK KERONCONG DAN WAYANG INOVATIF DALAM PERTUNJUKAN CONGWAYNDUT. S1 thesis, INSTITUT SENI INDONESIA (ISI) SURAKARTA.

[img] Text
SKRIPSI PENCIPTAAN MUSIK KERONCONG-BOOKMARK.pdf

Download (8MB)

Abstract

Tujuan penelitian ini menggali dan menjelaskan tentang latar belakang penggunaan musik keroncong sebagai iringan Congwayndut. Mengungkap sekaligus menjelaskan proses kerja musikalnya, baik itu secara penciptaan maupun praktiknya. Menjelaskan secara rinci tentang pertunjukan Congwayndut. Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena pertunjukan wayang yang menggunakan musik keroncong sebagai musik pakelirannya. Fenomena tersebut dianggap menerobos pakem dalam dunia perwayangan khususnya dalam aspek musikal. Permasalahan yang ingin dijelaskan dalam skripsi ini adalah, (1) apa yang melatarbelakangi Congwayndut menggunakan iringan musik keroncong? (2) Bagaimana proses penciptaan musiknya? (3) Seperti apa bentuk pertunjukannya? Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan menggunakan prosesdur penelitian kualitatifnya John Laxy Moleong. Guna mengungkap permasalahan penelitian ini menggunakan konsep penciptaan musik Bambang Sunarto dan I Wayan Sadra. Setelah melalui tahap analisis, ditemukan kesimpulan dan temuan sebagai berikut. Pertama, musik keroncong dipilih untuk menjadi musik pakeliran adalah karena persoalan eksklusivitas, yaitu keroncong secara bentuk musik jarang sekali digunakan sebagai iringan wayang, teater atau dalam adegan apapun. Alasan tersebut lantas dijadik=an tendensi yang kuat sebagai legitimasi bahwa musik keroncong juga mampu berkreativitas dalam dunia perwayangan. Kedua, proses penciptaan musiknya dilakukan dengan beberapa tahap yaitu: memilih bahan, mengolah bahan, mengemas bahan dan menyajikan bahan. Bahan yang dipilih meliputi: pertimbangan musisi dan garap musikal. Mengolah bahan meliputi: eksplorasi musik, latihan, sinkronisasi musik dengan adegan wayang, hingga pertimbangan aspek dramaturgi cerita. Ketiga, pertunjukannya digelar dengan konsep minimalis. Durasi pertunjukan kurang lebih 3 jam. Kelir yang digunakan juga berukuran kecil. Iklim pertunjukannya sangat menyatu dengan audiens dan dikemas secara lucu dan menawan. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Jawa dan Indonesia. Musiknya dibagi mejadi beberapa bagian yaitu: musik pembuka, musik ilustrasi, musik peralihan, efek bunyi dan musik penutup. Kata Kunci: Penciptaan musik, Pertunjukan, Keroncong Wayang Gendut.

Type: Thesis (S1)
Not controling keyword: Penciptaan musik, Pertunjukan, Keroncong Wayang Gendut.
Subject: 1. ISI Surakarta > Etnomusikologi
Divisions: Faculty of Performance Arts > School of Etnomusicology
User deposit: UPT. Perputakaan
Datestamp: 15 Aug 2019 07:41
Last mod: 15 Aug 2019 07:41
URI: http://repository.isi-ska.ac.id/id/eprint/3492

Actions (login required)

View item View item