KUASA SIMBOLIK PATUNG RUANG PUBLIK : STUDI KASUS DI WILAYAH KOTA SURAKARTA

Downloads

Downloads per month over past year

Himawan, Muhammad Hendra (2017) KUASA SIMBOLIK PATUNG RUANG PUBLIK : STUDI KASUS DI WILAYAH KOTA SURAKARTA. Project Report. Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Surakarta. (Unpublished)

[img] Text
KUASA SIMBOLIK PATUNG RUANG PUBLIK_Muhammad Hendra Himawan.pdf

Download (2MB)
Official url: http://repository.isi-ska.ac.id/

Abstract

Pergulatan wacana atas keberadaan seni patung ruang publik di sebuah kawasan yang sangat beririsan dengan beragam kepentingan (sosial, politik, budaya) dan relasi kuasa simbolik yang melekat pada keberadaan karya seni di ruang publik. Singgungan antara seni patung publik dengan dimensi lain diluar seni menjadi hal yang melatar belakangi penelitian pustaka yang berjudul “Kuasa Simbolik Patung Ruang Publik : Studi Kasus Di Wilayah Kota Surakarta”. Penelitian ini mengkaji bagaimana perkembangan seni publik, seni patung ruang publik secara definitif maupun konvensi-konvensi yang melingkupinya, hingga melihat sejauhmana dimensi politis melihat bagaimana menjadikan keberadaan patung-patung publik sebagai alat legitimasi kekuasaan, pembangunan citra dan kuasa serta singgungan dengan wacana sosial yang berkembang di masyarakat. Dari penelitian dengan metode kualitatif yang telah dilakukan pada Patung Slamet Riyadi di Jalan Slamet Riyadi, Patung Mayor Achmadi di Kawasan Simpang Lima (Proliman) Banjarsari, Patung Monumen 45 Banjarsari (Monumen Serangan 4 Hari di Surakarta) yang terletak di bilangan Taman Banjarsari, serta Patung Soekarno di Gelangang Olahraga Manahan, Surakarta, didapat bahwa keberadaan patung tersebut menjadi bukti bagaimana sistem simbolik dilakukan untuk melegitimasi kekuasaan oleh otoritas pemerintah. Ragam bentuk karya yang menggambarkan dominasi ikon militeristik dibandingkan ikon sipil, yang menunjukkan bagaimana quo vadis hubungan militer- sipil tersurat dan tersirat. Lebih jauh lagi penelitian ini menemu bukti bahwa sejauh ini banyak sekali pembangunan karya seni patung ruang publik yang tidak mengidahkan kebutuhan publik atas ruang hidupnya. Masyarakat cenderung dijejali sedemikian banyak simbol tanpa ada akses maupun informasi yang menuntun mereka untuk memahami makna di sebalik karya. Praktik kuasa simbolik yang didengungkan secara terus-menerus melalui sistem bahasa visual dan simbolisasi yang menunjukkan bagaimana kekuasaan menyelinap dibawah ruang sadar masyarakat. Masyarakat tidak menyadari bagaimana sistem kekuasan berdiri dan bersembunyi dibalik karya-karya patung ruang publik ini, apapun dalih pendiriannya ; pewarisan nasionalisme, pembangunan nilai moral, bahkan ideologisasi.

Type: Monograph (Project Report)
Not controling keyword: sejarah, seni patung, ruang publik, kuasa simbolik, Surakarta
Subject: 1. ISI Surakarta > Seni Rupa Murni
Divisions: Faculty of Fine Art and Design > School of Fine Arts
User deposit: UPT. Perpustakaan
Datestamp: 12 Aug 2019 07:13
Last mod: 12 Aug 2019 07:13
URI: http://repository.isi-ska.ac.id/id/eprint/3425

Actions (login required)

View item View item