KONSEP BATALUN DALAM PENYAJIAN TALEMPONG RENJEANG ANAM SALABUHAN DI LUHAK NAN TIGO MINANGKABAU

Sastra, Andar I. (2015) KONSEP BATALUN DALAM PENYAJIAN TALEMPONG RENJEANG ANAM SALABUHAN DI LUHAK NAN TIGO MINANGKABAU. S3 thesis, INSTITUT SENI INDONESIA SURAKARTA.

[img]
Preview
Text
Disertasi-Andar Indra Sastra.pdf

Download (4MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK Judul penelitian Konsep Batalun Dalam Penyajian Talempong Renjeang Anam Salabuhan Di Luhak Nan Tigo Minangkabau. Batalun mempunyai makna tersendiri – kekhususan, karena objeknya berada dalam penyajian talempong renjeang anam salabuhan, dan pelakunya terlibat dalam peristiwa estetik. Penelitian ini bertujuan membahas unsur-unsur estetika yang meliputi unsur pendukung, prinsip musikal; batalun sebagai ekspresi kebudayaan dalam masyarakat Luhak Nan Tigo Minangkabau; visualisasi batalun dalam bentuk dan struktur penyajian talempong di Luhak Nan Tigo Minangkabau. Langkah-langkah pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokomen. Ulasan yang menyangkut analisis dalam penelitian ini, lebih ditekankan pada bentuk interaksi analisis. Interaksi analisis dilakukan untuk memaknai data empiris, baik dalam bentuk data kualitatif yang dibantu dengan data kuantitatif, guna mendapatkan hasil yang akurat, berupa klasifikasi dan identifikasi data. Model analisis data kualitatif yang dibantu dengan data kuantitatif menggunakan landasan konseptual yang dikonstruk dari pengalaman dan kesadaran – pengetahuan empiris – seniman talempong pada satu sisi dan pola tiga dalam konsep kebudayaan masyarakat Luhak Nan Tigo Minangkabau. Hasil analisis menjelaskan bahwa batalun menempati kedudukan penting dalam estetika penyajian talempong rejeang anam salabuhan di Luhak Nan Tigo Minangkabau. Unsur pembentuk konsep batalun yaitu: kualitas fisik, mangkoan bunyi (sistem pelarasan), kiek (kiat) – kemampuan teknis, dan raso. Batalun dalam diri pemain dapat diwujudkan melalui penguasaan teknik, kemampuan musikal, dan ekspresi musikal. Batalun menjadi dasar penjiwaan dalam penyajian talempong renjeang anam salabuhan di Luhak Nan Tigo. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa batalun menjadi orientasi estetik dan juga sebagai dasar penilaian berhasil tidaknya penyajian talempong renjeang anam salabuhan di Luhak Nan Tigo Minangkabau. (Kata Kunci: batalun, talempong renjeang anam salabuhan, Luhak Nan Tigo, Minangkabau)

Type: Thesis (S3)
Subject: 1. ISI Surakarta > Penciptaan dan Pengkajian Seni
Divisions: Faculty of Graduate Programs > School of Doctoral Program (S3)
User deposit: Juni Padmono
Datestamp: 14 Oct 2016 02:42
Last mod: 14 Oct 2016 02:42
URI: http://repository.isi-ska.ac.id/id/eprint/334

Actions (login required)

View item View item