Wanita Kusumayuda

Downloads

Downloads per month over past year

Harti, Sri (2019) Wanita Kusumayuda. ISI Press, Surakarta. ISBN 978-602-5573-44-6

[img] Text
Wanita Kusumayuda.pdf

Download (364kB)
[img] Text
Sri Harti.pdf

Download (1MB)
Official url: http://repository.isi-ska.ac.id/

Abstract

Wanita Kusumayuda, wanita artinya perempuan, kusuma artinya bunga, yuda berarti perang. Wanita Kusumayuda dapat diartikan perempuan yang menjadi bunga dalam peperangan. Perang di sini bermakna ganda, perang dalam adu fisik di medan laga, ataupun perang dalam arti berjuang menghadapi kerasnya jaman. Konsep awal Wanita Kusumayuda dikemas menjadi sebuah pertunjukan wayang kulit berkolaborasi dengan tari, namun hibah ini hanya menyetujui sampai penulisan naskah saja. Dalam konteks ini siapa perempuan yang berjuang? Dari dalang, pengrawit, penari semua perempuan dan mengangkat cerita perempuan juga. Wanita Kusumayuda mengangkat tokoh perempuan dalam cerita pewayangan yaitu Dewi Srikandhi dan Dewi Mustakaweni. Mustakaweni seorang intelijen wanita yang hebat dan ahli strategi, sedangkan Srikandhi seorang prajurit wanita yang tangguh, pemberani, cermat dan teliti. Kedua tokoh ini ikut berjuang untuk bela negara dengan cara masing-masing. Lakon ini membuktikan bahwa wanita mempunyai hak yang sama dengan pria untuk ikut bela negara dan menjaga keutuhan negaranya. Tentunya peran ini patut diketengahkan dan bisa dijadikan suri tauladan yang baik khususnya bagi pembentukan moral para wanita. Lakon Wanita Kusumayuda disusun dalam bentuk pakeliran ringkas dengan memasukkan konsep pakeliran padat. Penggarapan dalam naskah ini secara umum masih menggunakan konvensi yang terdapat dalam pertunjukan wayang purwa pada umumnya. Artinya, unsur-unsur pakeliran seperti catur, sabet, dan karawitan pakeliran masih mengacu pada norma-norma tradisi yang masih berlaku pada pertunjukan wayang purwa. Namun demikian, pada penggarapan naskah ini juga menghadirkan idiom-idiom lain yang bertujuan untuk lebih mengkomunikasikan pesan yang disampaikan. Terutama dalam unsur catur, penggunaan bahasa tidak hanya terbatas pada Bahasa Jawa (Pedalangan) saja, tetapi juga menghadirkan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris untuk tokoh-tokoh Panakawan seperti tokoh Bilung, Petruk, dan Bagong, hal ini bertujuan agar lebih komunikatif.

Type: Book
Not controling keyword: Wanita Kusumayuda, Perempuan, Wayang, Pakeliran Padat
Subject: 1. ISI Surakarta > Pedalangan
Divisions: Faculty of Performance Arts > School of Pedalangan
User deposit: UPT. Perpustakaan
Datestamp: 27 Jun 2019 06:39
Last mod: 27 Jun 2019 06:39
URI: http://repository.isi-ska.ac.id/id/eprint/3273

Actions (login required)

View item View item