WANODYA WIROTAMA DESKRIPSI TUGAS AKHIR KARYA SENI

Downloads

Downloads per month over past year

Krisna, Aditya (2017) WANODYA WIROTAMA DESKRIPSI TUGAS AKHIR KARYA SENI. S1 thesis, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

[img] Text
ADITYA KRISNA.pdf

Download (1MB)
Official url: http://repository.isi-ska.ac.id/

Abstract

Di masa penjajahan, perempuan biasanya tidak memiliki banyak andil dalam menyelesaikan suatu masalah. Jangankan menyelesaikan masalah, ikut serta berbicara dan mengeluarkan pendapat dalam suatu forum merupakan suatu hal yang tabu bagi kaum perempuan. Banyak hal yang harus sebatas “mimpi” bagi kaum perempuan dimasa penjajahan. Tugas perempuan pada masa itu hanyalah memasak dan menjadi perempuan baik yang patuh terhadap orang tua. Namun dengan dicetuskannya emansipasi wanita oleh R.A. Kartini dan seiring berkembangnya zaman, kedudukan perempuan kini sejajar dengan laki-laki. Hal ini dibuktikan dengan adanya beberapa profesi pekerjaan yang biasanya digeluti oleh kaum lelaki, namun dewasa ini profesi tersebut dapat dipegang oleh kaum perempuan, bahkan tidak sedikit perempuan yang menjadi sukses di dalam profesinya. Hidup bagai dikebiri membuat perempuan terkadang ingin segera keluar dari rantai-rantai yang membelenggu. Ketika mereka terlepas, banyak sekali hal- hal yang dapat mereka lakukan diluar pemikiran para lelaki. Dalam kehidupan bermasyarakatpun, kehadiran perempuan sangat penting bagi keseimbangan hidup. Perempuan memiliki dua sisi yang berdampingan, terkadang mereka bisa menjadi pribadi yang lembut, pengertian, dan meneduhkan, namun terkadang mereka juga merupakan pribadi yang teliti dan tegas dalam mengambil sikap. Gagasan pokok diatas mendasari penulis dalam mengangkat Retno Dumilah. Perjalanan Retno Dumilah yang terlahir dengan jiwa senapati yang membara membuatnya tidak dapat berdiam diri ketika terjadi masalah yang bergejolak, terlebih ancaman tersebut timbul oleh musuh yang mengancam.Ia memiliki keteguhan dan keyakinan dalam setiap kata yang di katakan. Adapun lakon atau judul yang penyaji pilih sebagai bentuk reinterprestasi cerita ini adalah “Wanodya Wirotama”. Alasan dipilihnya judul tersebut adalah agar penonton yang menikmati sajian lakon ini lebih fokus terhadap nilai-nilai perjuangan yang ditampilkan dari tokoh Retno Dumilah, dan dari kisah Retno Dumilah tersebut kita bisa mengambil sebuah nilai mengenai kekuatan seorang wanita yang tetap berpegang teguh pada apa yang diucapkanya dan berani mengambil resiko yang sangat besar untuk kehidupan sesama. Lakon Retno Dumilah disajikan dalam bentuk pakeliran padat. Pakeliran padat adalah pakeliran yang mengindonesia. Artinya, yang diungkapkan melalui pakeliran itu bukan nilai-nilai budaya Jawa khususnya, melainkan nilai-nilai manusia Indonesia yang relevan pada masa sekarang (Sudarko, 2003: 3). Istilah padat sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, berarti (1) sangat penuh hingga tak berongga, padu, mempal dan pejal (2) penuh sesak, penuh tempat (3) rapat sekali (4) tetap bentuknya.

Type: Thesis (S1)
Not controling keyword: Deskripsi Karya, Pedalangan, Lakon Wayang, Wanodya Wirotama
Subject: 1. ISI Surakarta > Pedalangan
Divisions: Faculty of Performance Arts > School of Pedalangan
User deposit: UPT. Perpustakaan
Datestamp: 19 Dec 2018 05:45
Last mod: 19 Dec 2018 05:45
URI: http://repository.isi-ska.ac.id/id/eprint/2871

Actions (login required)

View item View item