Makna ‘Seneng lan Kemringet’ dalam Festival Lima Gunung

Joko Aswoyo, Rustopo Rustopo, Lono Lastoro Simatupang, Drajat Tri Kartono

Abstract


ABSTRACT

This article aims to discover the meaning of the expression ‘seneng lan kemringet’ at FLG (Festival Lima Gunung) in Magelang. The expression ‘seneng lan kemringet’ gives an opportunity to anybody who involved to reveal his existence and to speak about the essence of himself. By building a sense of familiarity, direct involvement in art activities, and dialogue with the farmers about circumstances in the field, it will be possible to reveal the meaning behind the expression ‘seneng lan kemringet'. The research results showed that within the expression 'seneng lan kemringet', there is vitality as a fundamental asset for the FLG sustainability. ‘Seneng lan kemringet’ can also be understood as an autonomy and self-actualization. Additionally, 'seneng lan kemringet' is a part of a game with the goal of displaying self-existence. Finally, ‘seneng lan kemringet’ is an embodiment of self-esteem. 

Keywords: ‘seneng lan kemringet’, vitality, and game

 

ABSTRAK

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui makna ungkapan ‘seneng lan kemringet’ pada Festival Lima Gunung (FLG) di Magelang. Ungkapan ‘seneng lan kemringet’ memberi kesempatan bagi yang terlibat untuk mengungkapkan keberadaannya dan berbicara tentang hakikat dirinya. Dengan keakraban, keterlibatan langsung dalam aktivitas kesenian, dan berdialog dengan petani atas kenyataan-kenyataan di lapangan, akan dapat disingkap makna di balik ungkapan ‘seneng lan kemringet’ tersebut. Hasil dari penelitian kami menunjukkan bahwa di dalam ungkapan ‘seneng lan kemringet’ tersimpan daya hidup sebagai modal dasar keberlanjutan FLG. ‘Seneng lan kemringet’ juga dimaknai sebagai otonomi dan aktualisasidiri. Selain itu, ‘seneng lan kemringet’ adalah bagian dari permainan dengan tujuan untuk memperlihatkan eksistensi diri. Pada akhirnya, ‘seneng lan kemringet’ merupakan kebanggaan diri.

Kata kunci: ‘seneng lan kemringet’, daya hidup, dan permainan

 


Full Text:

PDF

References


Awuy, T. F. (2004).Sisi Indah Kehidupan Pemikiran Seni dan Kritik Teater. Jakarta: MSPI.

Bertens, K. (1987). Panorama Filsafat Modern. Jakarta: Gramedia.

Bruner, E. M. (1986). “Eksperience and Its Ekspression” dalam Victor Turner, and Edward M. Bruner, The Anthropology of Experience.Urbana-Champaign: University of Illionis Press.

Chahya, I. N., (2016). Intensitas Budaya dalam Dunia Kepenarian, Panggung,26, (3), 295-307.

Dale, A. (2014). Community Vitality, Toronto: Rebecca Foon, Yuill Herbert, Rob Newell

Dibia, I. W., Widaryanto, F.X., dan Suanda, E. (2006). Tari Komunal. Jakarta: LPSN.

Huizinga, J. (1990). Homo Ludens.Diterjemahkan oleh Hasan Basri. 1990. Homo Ludens, Fungsi dan Hakekat Permainan dalam Budaya. Jakarta: LP3ES.

Jandra, M. (2003). “Rekonstruksi Visi Baru Islam Tentang Seni Lokal Nusantara: Suatu Kajian Tentang Nilai-Nilai yang Mendasarinya” dalam M. Thoyibi, Yayah Kisbiyah, dan Abdullah Aly. Sinergi Agama dan Budaya Lokal, Dialektika Muhammadiyah dan Seni Lokal. Surakarta: Muhammadiyah University Press.

KBBI, 1998. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka.

Khavari, K. A. (2006). Spiritual Intelligence: A Practical Guide to Personal Happiness.Diterjemahkan oleh Khalil A. Khavari. 2006. The Art of Happiness, Menciptakan Kebahagiaan dalam Setiap Keadaan. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta.

Koentjaraningrat (1994). Kebudayaan Jawa. Jakarta: Balai Pustaka

Kusuma, A. (2013). “Kenapa Loe Kagak Cinta Gue”dalam Sendang Sungsang. Magelang: Komunitas Lima Gunung.

Kusumo, S. W., (2004). Hanuman, Tarsan, dan Homo Erectus, Jakarya: Ku/Bu/Ku.

Mangunsuwito, S. A. (2002). Kamus Bahasa Jawa (Jawa-Jawa). Bandung: Yrama Widya

Maryanto, G. (2006). “Berkunjung ke Kaki Gunung Sebuah Percakapan dengan Komunitas Tutup Ngisor” dalam Lebur Performance, Teater, Art

(edisi 04 Januari 2006), Yogyakarta: Yayasan Teater Garasi.

Nalan, A. S. (2006). Teater Egaliter. Bandung: Sunan Ambu Press.

Purwadi. (2003). Kamus Basa Kawi-Indonesia. Yogyakarta: Widyatama.

Rohidi, T. R. (2000). Ekspresi Seni Orang Miskin, Adaptasi Simbolik Terhadap Kemiskinan. Bandung: Nuansa.

Rustopo.(2008).Jawa Sejati, Yogyakarta: Ombak dan Yayasan Nabil.

Rustopo. (1990). “Gendhon Humardani (1923 – 1983) Arsitek dan Pelaksana Pembangunan Kehidupan Seni Tradisi Jawa yang Modern

Mengindonesia Suatu Biografi.” Fakultas Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Scott, K. (2010). Community Vitality, A Report of the Canadian Index Wellbeing. Canada:Canadian Council on Social Development.

Simatupang, L. (2013). Pergelaran, Sebuah Mozaik Penelitian Seni-Budaya. Yogyakarta: Jalasutra.

Sobary, M. (2016). Perlawanan Politik dan Puitik Petani Tembakau Temanggung, Jakarta: Gramedia.

Sunardi, S. (2012).Vodka dan Birahi Seorang “Nabi”. Yogyakarta: Jalasutra.

Supartono, T. (2016). Penciptaan Teater Tubuh, Panggung,26,(2), 208-221.

Supena, H. (2007). “Merawat Gunung, Merawat Peradaban” dalam Budaya Lima Gunung Belum Tergantung Trias Politika, Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing, Menoreh Magelang: Komunitas Lima Gunung.

Sutanto, M. (t.t.). Berlayar Bersama Jalaludin Rumi, Magelang: Waktoe.

Synnott, A. (2007). Tubuh Sosial Simbolisme, Diri, dan Masyarakat. Sumber Terj. The Body Social: Symbolism, Self, and Society (London and New York: Routledge, 1993). Yogyakarta: Jalasutra.

Van Baal, J. (1987).Geshiedenis en Groei van de Theorie der Culturele Anthropologie.Diterjemahkan oleh. Drs. J. Piry. 1970. Sejarah dan Pertumbuhan Teori Antropologi Budaya, (Hingga Dekade 1970) Jilid 1. Jakarta: Gramedia.

Van Peursen, C.A. (1976). Strategie van de Cultuur. Diterjemahkan oleh Dick Hartoko. 1976. Strategi Kebudayaan. Yogyakarta: Kanisius.




DOI: http://dx.doi.org/10.26742/panggung.v28i1.500

DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.26742/panggung.v28i1.500.g370

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Print ISSN: 0854-3429 (Media Cetak) 
Online ISSN: 2502-3640 (Media Online) 


web
analytics Visitor View


 Jurnal ini terlisensi oleh Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License