REFLEKSI KEHIDUPAN ABDI DALEM BEDHAYA KERATON KASUNANAN SURAKARTA

Teguh Sutrisno

Abstract


Tulisan ini mengupas dikotomi kehidupan abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta pada level abdi dalem bedhaya yang merupakan laporan otobiografi yang direaktualisasi dalam bentuk seni pertunjukan berupa kompilasi antara tari dan teater. Satu sisi abdi dalem tersebut harus patuh dan taat pada pranatan dan penguasaan yang absolut ke “agungan binatharaan” raja yang tak terbatas, pantang berkata “tidak” yang ada hanyalah “sendika dawuh” dan ya, iya dan ya dengan “sumarahnya” tanpa bisa berbuat banyak meskipun hati kecilnya bergejolak. Sisi lain kemerdekaan diri terenggut ketika setiap saat harus di keraton dengan sepenuh hati, tanpa harus mempertimbangkan hak azasi manusia sebagai manusia yang berbudi “kamanungsan” terjajah oleh absolutisme kekuasaan tanpa batas sebagai bentuk penindasan yang terselubung. Bisa dikatakan tulisan ini semacam laporan eksklusif dalam menguak abdi dalem bedhaya dalam perjalanan kehidupan dengan segala bentuk aktifitas yang melingkupinya.

Keyword : Abdi dalem, Uwa Sri


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.