WAYANG BONEKA WONG AGUNG JAYENGRANA

Santoso, Trisno (2016) WAYANG BONEKA WONG AGUNG JAYENGRANA. S3 thesis, INSTITUT SENI INDONESIA SURAKARTA.

[img]
Preview
Text
Disertasi Karya Trisno Santoso.pdf

Download (4MB) | Preview
[img] Video
Trailer Wong Agung Jayengrana.mp4

Download (25MB)

Abstract

ABSTRACT WAYANG BONEKA (PUPPET) WONG AGUNG JAYENGRANA It is about creating a new form of Wayang Golek performance presented in a show. The main difference between the new and the previous Wayang Golek performances lies on the process of preparation until the presentation, the wayang boneka (puppet), the stage setting, the actor, the duration needed, the costumes, the scene structures, the music, and the atmosphere especially designed in order to get the audience interest so that it causes their empathy appears. It is hoped that the function of the created puppet performance is able to be an entertainment, besides, it can create the contemplation. This creation aims to produce a puppet performance that is meant to be an effort to develop creativity of the art work creation. The main target is to be able to present Wayang Golek skillfully and interestingly. The works includes: (1). The script of puppet performance Wayang Golek, (2). The new form of Wayang Golek Menak puppet that is ready to present, and (3). The puppet performance entidled Wong Agung Jayengrana. Many steps are executed to reach the target, beginning from the observation on the performance of Wayang Golek Menak Sentolo, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. The observation aims to identify the causes of the development of Wayang Golek Menak Sentolo, including the performance content, the form of the existing Wayang Golek, the way of the performance, and the reached product of every performance. The next step is making a plan as a resolution for the problems founded covering arranging the script for exploration process, developing the boneka (puppet) of wayang, determining an interesting stage setting, exploring technique of playing according to the created puppet, exploring as well as exercising the new puppet playing, and finally, the process of recording in order to find the deficiency and the excess. The next step is doing improvement at whatever needed. The final step is showing the work in order toexamine its achievement. This work is hoped to be interesting, effective, efficient, and multi purposes as an appreciation toll of art work and as a media for integrated learning in accordance to the social need as well as ability. Keywords: Wayang, Boneka (puppet), Wong Agung Jayengrana, creation ABSTRAK WAYANG BONEKA WONG AGUNG JAYENGRANA Penciptaan karya format pertunjukan Wayang Golek baru yang disajikan dalam pertunjukan. Perbedaan utama dengan pertunjukan Wayang Golek sebelumnya terletak pada proses persiapan hingga penyajiannya, boneka wayang, tata rupa panggung, pemain, durasi yang dibutuhkan, busana, struktur adegan, musik, dan suasana penyajian yang dirancang khusus agar mampu menarik penonton, hingga menimbulkan empati. Dengan demikian, fungsi pertunjukan boneka yang diciptakan mampu menjadi hiburan, akan tetapi juga dapat menimbulkan renungan. Penciptaan karya ini bertujuan untuk menghasilkan satu produksi pertunjukan wayang boneka, yang dapat dimanfaatkan sebagai upaya pengembangan kreativitas penciptaan karya seni. Target utama yang ingin dicapai adalah mampu menampilkan Wayang Golek secara trampil, dan menarik, wujud karyanya berupa: (1) Naskah pertunjukan boneka Wayang Golek, (2) Boneka Wayang Golek Menak bentuk baru yang siap untuk ditampilkan, (3) Pertunjukan Wayang Boneka dengan cerita Wong Agung Jayengrana. Beberapa langkah dilakukan untuk mencapai target tersebut, diawali dengan observasi tentang pertunjukan Wayang Golek Menak Sentolo, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Observasi dilakukan agar dapat mengidentifikasi sebab-sebab perkembangan kehidupan Wayang Golek Menak Sentolo, baik pada materi pertunjukan, bentuk wayang golek yang ada, cara pertunjukannya, dan hasil yang dicapai setiap pertunjukan. Tahap selanjutnya adalah mengadakan perancangan sebagai jawaban persoalan dengan cara menyusun naskah untuk proses ekplorasi, mengembangkan boneka wayang, menentukan sett panggung yang menarik, mendalami teknik permainan yang sesuai dengan boneka yang diciptakan, latihan serta eksplorasi permainan boneka hasil ciptaan baru, kemudian dilanjutkan dengan proses rekaman untuk mempelajari kekurangan dan kelebihannya. Kemudian dilakukan pembenahan-pembenahan pada bagian-bagian yang dianggap perlu. Tahap terakhir adalah mempertunjukkan karya pertunjukan wayang boneka, dengan maksud untuk menguji keberhasilan karya. Karya ini diharapkan menarik, efektif, efisien dan multiguna sebagai apresiasi karya seni, dan media pembelajaran terpadu sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat. Kata kunci: Wayang, Boneka, Wong Agung Jayengrana, Penciptaan

Type: Thesis (S3)
Subject: 1. ISI Surakarta > Penciptaan dan Pengkajian Seni
Divisions: Faculty of Graduate Programs > School of Doctoral Program (S3)
User deposit: Juni Padmono
Datestamp: 10 Oct 2016 03:12
Last mod: 14 Oct 2016 02:05
URI: http://repository.isi-ska.ac.id/id/eprint/160

Actions (login required)

View item View item